Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya).-surah az-zumar ayat 42-
“Carilah Rahmat Tuhan kerana ianya melampaui azab
Neraka dan nikmat Syurga.”

Sunday, 17 April 2011

SEGARKAN MINDA ANDA....DENGAN KEINDAHAN CIPTAAN ALLAH SWT

The blossoming trees symbolize the arrival of spring brightening the areas surrounding us with their vibrant pale pink and white flowers. The air is filled with smell of flowers blooming over the farms in Gorgan province.
 

 

Iran Test-Fires Latest Home-Made Missile Shield





TEHRAN (FNA)- The Islamic Republic of Iran successfully test-fired its latest air-defense missile system, dubbed as Sayyad 2, and Tehran's defense officials said that the system will be deployed across the country in the near future. 
 
Sayyad 2 air-defense system which has passed the tests in recent days is scheduled to be unveiled in the near future.

Iran had earlier unveiled Sayyad 1 surface to air missile which is a two-staged air defense missile that is capable of destroying targets with low Radar Cross Section (RCS) at low and medium altitudes.

The system enjoys the capability to defuse jamming and electronic warfare attacks.

Sayyad 2 is an upgraded version and enjoys higher precision, range and destruction power compared with its previous version.

In January Iran announced that it has successfully tested an optimized version of the mid-range hawk anti-aircraft missiles in an area close to a nuclear facility.

Lieutenant Commander of Khatam ol-Anbia Air Defense Base for Operations Colonel Abolfazl Farmahini announced that the hawk systems optimized by the Iranian experts have undergone warm testing at Khondab nuclear facility near the Central city of Arak and successfully hit their targets.

The commander said that the test was aimed at assessing the level of preparedness of the defense systems deployed in the region to defend Iran's sensitive nuclear facilities.

The commander stressed that Khatam ol-Anbia Air Defense Base conducts such tests regularly to promote the country's defensive capabilities.

In November, Iranian Armed Forces conducted the biggest ever nationwide air drills codenamed 'Defenders of the Sky of Vellayat III'.

Iran's air defense unit has conducted successful tests of different anti-aircraft defense systems, including the anti-cruise Tor-M1 and sophisticated S-200 anti-aircraft missile system.

The Tor-M1 is a short range, mobile air defense system intended for engagement of fixed- and rotary-wing aircraft, UAVs, and cruise missiles flying between medium and very low altitudes even in severe countermeasures environments.

Iran's S-200 system is a very long range, medium-to-high altitude surface-to-air missile (SAM) system designed to defend large areas from bomber attack or other strategic aircrafts. Each battalion has 6 single-rail missile launchers and fire control radar. It can be linked to other, longer-range radar systems.

Saturday, 16 April 2011

Hamas Bersumpah Kejar Semua Pembunuh Warga Italia

Hamas Bersumpah Kejar Semua Pembunuh Warga Italia
Protes pembunuhan Vittorio Arrigoni di Ramallah, Tepi Barat.
 
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA - Gerakan Islam Hamas pada Jumat berikrar untuk menahan semua tersangka yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan seorang aktivis perdamaian di Jalur Gaza yang berada di bawah kontrolnya.

Selama protes di Gaza terhadap pembunuhan Vittorio Arrigoni, seorang pemimpin senior Hamas juga berjanji untuk tidak membiarkan insiden tersebut terhadap jurnalis dan pendukung asing Palestina terulang.
"Kejahatan ini bukan norma-norma kita sebagai umat Islam dan bangsa Palestina," kata Mahmoud Zahar, anggota politbiro Hamas. "Kejahatan ini tak akan tidak dihukum."

Sumber keamanan Hamas mengatakan bahwa aktivis Italia itu ditemukan tewas di sebuah rumah kosong di kota Gaza setelah sebuah kelompok Jihad mengeluarkan video yang menunjukkan sandera Arrigoni diambil.

Para penculik membunuh sandera sebelum batas waktu yang mereka tetapkan untuk melepaskan anggota Jihad yang dipenjarakan.

Namun, Zahar menuduh Israel mengambil bagian dalam pembunuhan Arrigoni. "Kita tidak dapat menyangkal hubungan antara kejadian ini dan kampanye internasional dengan musuh Israel untuk membatasi kedatangan aktivis pro-Palestina."

Seorang perwira polisi Hamas mengatakan bahwa dua dari tersangka penculik tersebut telah ditangkap, dan menambahkan bahwa salah satu tersangka memegang kartu identitas palsu Palestina dan polisi sedangka mengejar tersangka lainnya. Ini adalah insiden pertama di mana orang asing diculik dan dibunuh di bawah pemerintahan Hamas.

Hamas, yang telah mengendalikan Gaza sejak 2007, baru-baru ini melancarkan beberapa aksi penumpasan pendukung dan anggota kelompok Salafi, yang mengikuti ideologi garis lebih keras.

'Berbahagialah' Jika Anda Disebut GILA

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM--Jangan marah jika tiba-tiba Anda disebut gila. Antara gila dan Genius, ternyata tipis batasnya. Tidak percaya? Lihatlah temuan pusat kajian ilmiah yang berbasis di Stockholm, Swedia, Karolinska Institute. Laporan tentang hasil studi yang 'menyamakan' si genius dan si gila ini antara lain ditayangkan oleh laman jurnal ilmiah The Local.

Dalam laporan ini dikemukakan bahwa dalam banyak hal, proses kerja otak orang genius memiliki kesamaan dengan otak orang sakit jiwa atau penderita scizofrenia. "Kami sudah mempelajari otak manusia dan salah satu tipe reseptor yang bernama dopamine. Di sini terlihat sistem dopamine orang yang sangat kreatif, sama dengan dopamine penderita scizofrenia," kata Dr Fredrick Ullen, peneliti yang memimpin studi tersebut.

Penelitian ini, kata dia, menjadi bukti bahwa tidak ada batas yang jelas antara manusia genius dan orang gila. Satu-satunya hal yang secara jelas membedakan di antara keduanya, kata dia, hanyalah kreativity.

Sedangkan persamaan menonjol di antara otak orang gila dan orang genius adalah keduanya sama-sama memiliki kemampuan yang rendah dalam memfilter informasi yang diterimanya. Kondisi tersebut, kata Ullen, membuka peluang yang sangat besar bagi munculnya pemikiran-pemikiran kreatif.

Banyaknya informasi yang masuk tanpa melalui penyaringan, dinilainya, berpotensi menciptakan logika-logika baru yang sulit dimunculkan oleh otak manusia pada umumnya. "Berpikir di luar kotak, bisa jadi terjadi karena kemampuan otak yang tidak utuh," imbuh Ullen seperti dikutip The Local. Jadi, jika Anda disebut gila, boleh jadi sebenarnya Anda manusia genius...

Iranians Tradition
















Thursday, 14 April 2011

Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM

Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara hukum?

Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.

Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU), Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu (Penasihat Himounan Tani), Herymereka diterima oleh Jhony Nelson Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran, pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat di Sumatera Utara.

“Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM Nasrullah Nasution SH.

Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:

1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama; dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM.

Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.

Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. 
●Desastian

Ahmadinejad: Ajal Israel Sudah Dekat

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan upaya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya untuk menciptakan konflik Iran-Arab dan perang Syiah-Sunni dalam usaha menyelamatkan rezim Zionis Israel, yang tengah runtuh.
 
Berpidato di tengah warga kota Kermanshah, barat Iran, Kamis (7/4), Ahmadinejad mengatakan, klaim Amerika tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina bermaksud untuk menyelamatkan Israel dan merusak front muqawama.
"Mereka mengatakan satu pemerintah Israel dan satu pemerintah Palestina. Slogan ini ditujukan untuk menyelamatkan pemerintah Zionis yang lemah," jelas Ahmadinejad seperti dilaporkan IRNA.

Presiden Iran mencatat bahwa skenario musuh yang "sangat rumit" bertujuan menebarkan perselisihan dan mengubah wajah Amerika di tengah negara-negara regional. Dia juga meminta negara dan bangsa kawasan untuk tetap waspada.

Seraya menyinggung upaya Barat, terutama Amerika Serikat, untuk membagi wilayah Yordania, Ahmadinejad menandaskan, musuh berniat untuk memecah Yordania. Mereka bahkan tidak bersedia memberikan sebagian wilayah Palestina yang diduduki demi mewujudkan kebohongannya.

"Anda harus tahu bahwa rezim Zionis Israel hampir runtuh dan tidak ada kekuatan yang dapat menyelamatkan rezim itu dari kehancuran," tegasnya. "Zionis tidak memiliki tempat di antara negara-negara regional dan juga negara-negara yang sudah mengenal wajah asli Amerika dan sekutunya," tambah Ahmadinejad. 

"Era kolonialisme, perbudakan dan penjarahan sudah berakhir. Bangsa Iran berdiri bahu-membahu dengan bangsa-bangsa regional untuk melawan kekuasaan musuh dan membuat mereka putus asa," tandasnya. (IRIB/RM/MF)

Iranians' demo against massacre of Bahraini people

TEHRAN, April 12 (MNA) -- A number of university students and professors staged a demonstration in front of the Tehran University here on Tuesday to condemn the bloody massacres of protesters in Bahrain and the silence of international organizations in this respect.